PRIA-PRIA JENIUS DENGAN IQ TERTINGGI



PRIA-PRIA JENIUS DENGAN IQ TERTINGGI

1. Leonardo da Vinci
http://image.jadiberita.com/2011/06/leonardo_da_vinci2-263x300.jpg
Leonardo yang berasal dari Italia memiliki IQ 220. Ia adalah pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli permesinan, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamik, bahkan pemusik handal. Untuk melukis manusia, ia secara khusus mempelajari anatomi tubuh manusia, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan membedahnya. Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin.
2. Johann Wolfgang von Goeth
Johann Wolfgang von Goeth
Goethe berasal dari Jerman dan memiliki IQ 210. Napoleon terkesan terhadap kejeniusan Goethe, setelah pertemuan mereka di Erfurt. Goethe tidak hanya bisa disejajarkan dengan Homer, Dante Alighieri, ataupun William Shakespeare atas kreativitasnya, tapi juga segala hal mengenai hidupnya, panjang umur, kaya-raya, serta kepribadiannya yang tenang dan optimistis, aura kebesarannya mungkin melebihi karyanya yaitu Faust, sebuah karya kebanggaan Jerman.
3. Gottfried Wilhelm von Leibniz
Gottfried Wilhelm von Leibniz
Gottfried asli Jerman yang memiliki IQ 205. Ia seorang filsuf, ilmuwan, matematikawan, diplomat, ahli fisika, sejarawan dan doktor dalam hukum duniawi dan hukum gereja. Ia dianggap sebagai Jiwa Universalis di zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad ke-17 dan ke-18. Kontribusinya kepada subyek yang begitu luas tersebar di banyak jurnal dan puluhan ribu surat serta naskah manuskrip yang belum semuanya diterbitkan. Ia terkenal karena faham Théodicée bahwa manusia hidup dalam dunia yang sebaik mungkin karena dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Sempurna.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Definisi CIBI Secara Psikologis, dan Pendidikan



Definisi CIBI Secara Psikologis, dan Pendidikan

Definisi CIBI menurut pendidikan (United States Office of Education – Feldhusen, 1994) bahwa anak berbakat adalah anak yang di identifikasi oleh orang dengan kualifikasi profesional.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dampak Sosial dan Dampak Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)



Dampak Sosial dan Dampak Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

 Pendidikan yang bermutu mampu memberi kontribusi untuk anak-anak berkebutuhan khusus dalam mendapatkan layanan pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Melalui peraturan dan undang-undang tentang hak anak berkebutuhan khusus dalam mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak seluruh dunia. Keterlibatan keluarga sebagai pusat pelayanan anak, guru, tenaga kependidikan, dan profesional sangat penting. Pertanyaan kita, “Apakah keluarga cukup mampu berperan secara optimal dalam memnuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus?”. Sedang kita mengetahui bahwa sebelum masuk ke wilayah treatment di luar keluarga, anak berkebutuhan khusus tentunya mengalami dampak psiko-sosial dan dampak pendidikan baik dampak negatif maupun positif.

DAMPAK SOSIAL


  • Dampak negatif

Kelemahan pada faktor psikologis, beberapa orang tua dari anak berkebutuhan khusus mengalami ketidaknyamanan secara sosial baik di lingkup keluarga besar maupun dalam masyarakat, antara lain :

1.      Ada rasa malu atau tidak percaya diri membawa anak mereka ke lingkungan keluarga           besar atau masyarakat
2.      Merasa anak berkebutuhan khusus memiliki kekurangan
3.      Orang tua merasa enggan memasukkan ke sekolah karena malu, minimnya biaya untuk sekolah, minimnya pengetahuan dan pengalaman orang tua, dan kendala operasional sekolah reguler.
4.      Masalah kesulitan dalam kehidupan sehari-hari
5.      Sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar
6.      Kesulitan dalam penyaluran tenaga kerja
7.      Masalah gangguan kepribadian dan emosi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MODEL IDENTIFIKASI BAGI ANAK CIBI



MODEL IDENTIFIKASI BAGI ANAK CIBI


1.    Individual Education Plan Model (IEP)
       Model Rencana Pendidikan Individual ditujukan untuk menemukan anak-anak yang memiliki bakat khusus yang spesifik, yang tidak mungkin diperolehnya melalui program pendidikan dikelas reguler. Jumlah anak yang tersaring hanya 2%. Metode seleksi yang digunakan adalah studi kasus, tes IQ, dan staffing.
2.    The General Intellectual Ability Model
            Model Kecakapan Intellectual Umum ditujukan untuk siswa yang mempunyai taraf IQ tertentu. Jumlah anak yang tersaring hanya 5%. Metode seleksi yang digunakan adalah tes IQ, tes kecakapan, dan check list dari karakteristik keberbakatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IDENTIFIKASI ANAK CERDAS BERBAKAT ISTIMEWA



IDENTIFIKASI ANAK CERDAS BERBAKAT ISTIMEWA

Indikator perkembangan yang pesat pada Anak Cerdas Berbakat Istimewa (Potter, 1999)
Keterampilan kognitif
  •  Pencapaian kematangan kognitif lebih dini
  •  Belajar dengan cepat
  •  Pengamat lingkungan secara seksama
  •  Membaca, menulis atau menggunakan angka dengan cara-cara yang canggih
  •  Lebih menyukai buku dan film yang lebih kompleks dari anak seusianya
  • Mengingat dengan cepat dan akurat
  • Pengetahuan lebih dalam dari anak seusianya
  • Mampu mengajari anak lain
  • Memahami konsep abstrak (kematian, waktu, kebahagiaan, dll)
  • Imaginatif dan kreatif
  • Selera humor dengan tingkat yang lebih tinggi dari anak seusianya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LANDASAN HUKUM PLB



LANDASAN HUKUM PLB

Menurut pasal 15 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, bahwa jenis pendidikan bagi Anak berkebutuan khusus adalah Pendidikan Khusus. Pasal 32 (1) UU No. 20 tahun 2003 memberikan batasan bahwa Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional,mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Teknis layanan pendidikan jenis Pendidikan Khusus untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Jadi Pendidikan Khusus hanya ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenjang pendidikan tinggi secara khusus belum tersedia.        

PP No. 17 Tahun 2010 Pasal 129 ayat (3) menetapkan bahwa Peserta didik berkelainan terdiri atas peserta didik yang: a. tunanetra; b. tunarungu; c. tunawicara; d. tunagrahita; e. tunadaksa; f. tunalaras; g. berkesulitan belajar; h. lamban belajar; i. autis; j. memiliki gangguan motorik; k. menjadi korban penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, dan zat adiktif lain; dan l. memiliki kelainan lain.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jenis Kebutuhan Bagi CIBI



Jenis Kebutuhan Bagi CIBI

  • 1.      Model pendidikan bagi  CIBI

a.       Acceleration (Percepatan) yaitu suatu program atau aktivitas yang memungkikan untuk menyelelesaikan kurikulum lebih awal. Adapun program akselerasi yang dilakukan dapat berupa beberapa cara :
·         Early entrance
Dalam model ini peserta didik masuk sekolah pada usia yang lebih muda
·         Subject Akselerasi
Peserta didik ditempatkan di dalam kelas yang lebih tinggi khusus untuk satu atau beberapa mata pelajaran tertentu yang menjadi keunggulannya.
·         Curriculum Compacting
Peserta didik melaju pesat melalui kurikulum yang dirancang dengan mengurangi sejumlah aktivitas seperti drill dan review.
·         Telescoping
Peserta didik menggunakan waktu yang kurang daripada waktu yang biasanyadigunakan untuk menyelesaikan study.
·         Mentorship
Peserta didik diperkenalkan pada seorang mentoryang telah memiliki pelatihan tingkat mahir dan berpengalaman pada satu bidang tertentu.
·         Advanced placement
Peserta didik mengambil suatu mata pelajaran ditingkat diatasnya, dan ini dapat diberi kredit sebagai bentuk pengakuan.
·         Correspondence courses
Peserta didik mengambil kursus tingkat SMA atau Universitas.
b.      Enrichment ( pengayaan) yaitu program yang memungkinkan perluasan dan pendalaman materi kurikulum secara umum (Vialle dan Carlton,2001).


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS